Senin, 29 Desember 2008

PASANG BALIHO, CALEG DEMOKRAT BERPOSE BARENG OBAMA

Banyak cara dilakukan calon legislatif merebut suara pemilih. Mulai dari membagikan kaos bergambar caleg, nama partai, nomor urut, dan memasang baliho di tempat strategis. Satu diantara caleg yang bisa dibilang kreatif dalam berkampanye adalah Gatot Adi Wibowo, caleg Partai Demokrat DPRD Situbondo daerah pemilihan (dapil) I Situbondo dan Panji.

Bambang harus bisa merebut suara sebanyak-banyaknya dari sekitar 3000 pemilih Dapil I. Pasalnya, partai Demokrat menggunakan sistem suara terbanyak yang menjadi anggota dewan. Bukan gunakan nomor urut kecil walau suara sedikit yang akan maju.

Pria yang tinggal di jalan Basuki Rahmad 553 Panji, Situbondo, Jatim awalnya tidak tertarik mendaftar jadi caleg. Setelah didesak banyak teman, baru dia mau mendaftar. Bambang baru mendaftar di hari terkahir pendaftaran Senin (8/8).

Masyarakat sekitar menyebut dirinya dengan nama Bambang. Sehingga nama Bambang lebih dikenal daripada nama aslinya. Alumnus Antropolgi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini, sama seperti caleg lain yang membuat baliho sebagai saran kampanye.

Beberapa caleg dari partai Demokrat biasanya menampilkan foto Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Megawati dan Soekarno sering menghiasi baliho caleg dari PDIP. Gus Dur "nebeng" (ikut) dalam poster yang dibuat caleg PKB. Serta ada baliho yang menampilkan kegiatan caleg yang peduli dengan nasib petani dan siswa miskin.

Sedangkan Bambang mencoba berbeda dengan cara caleg lain yang menampilkan wajah orang berpengaruh dari setiap partai. Pria kelahiran Situbondo ini merekayasa foto dalam baliho, karena dirinya berpose bersama Barack Hussein Obama presiden terpilih Amerika Serikat.

Bambang akan berkampanye menggunakan blog. "Sayang, blog pribadi masih dalam proses perbaikan. Nanti akan saya sampaikan pada masyarakat bila siap diakses. Kan Obama gunakan internet sebagai media kampanye yang ampuh, makanya saya ingin tiru," tuturnya.

Obama pernah tinggal di Indonesia selama 3,5 tahun. Masih ada ikatan emosial dari rakyat Indonesia menjelang Pemilihan Presiden AS. Tentu sebelum dan sesudah pilpres, media memuat kisah hidupnya, bagaimana peluangnya, dan apa yang diharapkan bila Obama terpilih.

Bambang membuat tiga selebaran yang memuat dua foto yang seolah-olah dirinya saling bersandar dengan presiden AS asal partai Demokrat itu. Selebaran pertama ada foto kedua politisi yang sama-sama dari partai Demokrat ini sedang menelepon.

Dalam selebaran itu, "Obama" meminta Bambang melakukan kampanye secara cerdas, tidak melakukan pembagian uang (money politic) dan sembako, dan ajakan memilih caleg Demokrat nomor urut 10.

"Obama" dalam selebaran sedang "menelepon" mengenakan kemeja polos warna biru muda. Sedangkan pria yang menekuni dunia fotografi ini memakai kemeja coklat motif kotak-kotak, memegangi HP, dan menunjukkan kamera kesayangannya.

Selebaran kedua, Bambang "memanfaatkan" kesamaan partai. Disitu ditulis, di Amerika partai Demokrat memunculkan Obama, dan terpilih (menjadi presiden) dengan spektakuler. Di Situbondo, Demokrat memunculkan caleg Gatot Adi Wibowo (alias Bambang) mudah-mudahan juga terpilih spektakuler.

Terakhir, Bambang membuat selebaran yang ukurannya lebih besar dari ukuran kartu nama. Masih memunculkan Bambang berpose saling bersandar dengan Obama. Namun ada tulisan "From zero to hero" dan baris nomor urut dan nama Gatot di urutan 10.

Mike Retno W, istri Bambang, menceritakan dirinya yang memotret Bambang yang kenakan jaket warna biru. "Sebetulnya agak malas diminta memfoto, masa diminta memfoto jam 12 malam, selasa (11/11). Karena sudah disiapkan kamera dan lampu tambahan, akhirnya saya bangun dari tidur dan memotret suami," tuturnya.

Ketika ditanya kenapa mendaftar tanggal 8 Agustus dan memotret Bambang pas 11 Nopember? Apa ada kaitannya dengan mitos tertentu? Mike langsung membantah kalau mendaftar dan memfoto suaminya dikaitkan dengan mitos dan keperayaan tertentu.

"Ini semua berkat 'ilham' mas Bambang yang ingin membuat baliho ada foto dirinya bersandar Obama," tambahnya.

Menurut Bambang, ide membuat foto bareng Obama datang dari tetangganya yang kebetulan main di bengkel las miliknya. "Saat itu saya sedang baca koran, kemudian ada tetangga yang bilang ada bayi yang baru dilahirkan diberi nama Obama. Nah dari situ, saya melihat sosok Obama begitu terkenal hingga ada bayi yang diberi nama Obama. Kemudian saya berencana membuat baliho foto bareng Obama," ujarnya
sambil menyulut rokok kretek.

Berapa biaya yang digunakan untuk membuat dua baliho besar, empat baliho ukuran 2x1 meter, dan ratusan selebaran? "Biaya yang dikeluarkan hanya untuk kayu baliho, karena baliho dan selebaran dibuatkan teman sendiri yang punya usaha foto studio di daerah Tanggul, Jember," tambahnya.

Bambang menambahkan, memasang baliho di dekat alun-alun Sabtu(15/11). "Sekitar jam 11 malam membawa baliho yang akan dipasang. Istri saya ikut pasang baliho dibantu beberapa teman. Kemudian hujan deras turun, pemasangan baliho selesai Minggu dini hari (16/11) sekitar pukul 01.30 WIB," lanjutnya.

Mike menambahkan, setelah memasang baliho ada pesanan dari seseorang minta dibuatkan foto pre wedding (sebelum pernikahan).

"Janjiannya jam 04.00 WIB. Kurang tidur saat bangun. Namun sudah janji sanggup memfoto, kami harus datang ke lokasi pengambilan gambar. Namun pengambilan foto harus diundur karena hujan turun dengan deras. Kami baru mengambil foto calon mempelai jam 06.00 WIB. Untung bisa istirahat sebentar," ujar ibu tiga putra ini.

Setelah baliho terpasang, banyak pesan pendek masuk ke HP Bambang. "Isinya banyak yang mengucapkan salut atas kreativitas Bambang buat baliho ada foto bareng Obama," ujar Mike.

Banyak pengendara yang membawa mobil plat B ketika melintas di depan Polsek Panji berhenti sebentar. Mereka kemudian turun dari mobil, memotret baliho Bambang menggunakan kamera HP, setelah itu senyum-senyum sendiri. Bambang juga memasang baliho di perempatan dekat alun-alun Situbondo. Baliho Bambang "bersaing" dengan caleg dari Hanura, PNBK, dan PDIP.

Senin (17/11) saat Chiquita Kharisma Putri (anak ketiga Bambang) datang di TK Al Irsyad situbondo, banyak teman-temanya yang meledek Chiquita anak Obama. "Anak saya yang paling kecil sempat marah dibilangin anak Obama. Setelah dijelaskan siapa Obama, baru anak-anak mengerti," cerita Mike.

Kini Bambang setiap memotret pesta pernikahan harus membawa kartu ukuran 7 cm x 5 cm yang ada tulisan "From zero to hero". "Suami saya tiba-tiba jadi selebritis. Bahkan ada masyarakat diluar Dapil I minta agar Bambang memasang poster di daerah mereka. Dimana-mana banyak yang minta kartu 'Obama'. Sehingga harus bawa banyak persediaan," kata Mike bangga.

Ketika ditanya apakah usaha di bidang fotografi akan ditinggal bila Bambang menjadi anggota dewan? "Saya tidak akan meninggalkan usaha ini. Andaikan terpilih ya tetap terima order foto. Kan kita tidak tahu pada Pemilihan Legislatif lima tahun lagi apakah akan terpilih lagi," tegasnya.

Saat ini Bambang melakukan terapi gigi pada dokter gigi langganannya. "Di baliho terlihat gigi saya rapi dan indah dilihat. Padahal sebagian gigi saya tanggal akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Mau pasang gigi palsu," katanya seraya menambahkan.

Sementara itu Ariwibowo pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) mengatakan, caleg harus pintar dalam berkampanye. "Tidak apa-apa pasang gambar Obama dalam baliho. Berarti apa yang dilakukan Bambang termasuk cerdas. Siapa yang tidak kenal Obama. Perlu kreativitas ketika sampaikan pesan kampanye. Bisa lewat cara apa saja yang penting tidak langgar undang-undang. Strategi kampanye gunakan internet termasuk murah, namun yang akses hanya orang yang kenal internet saja," katanya.***7***(T.PWP49)

Tidak ada komentar: