Kholied Mawardi. Suka menulis dan membaca terutama bidang sastra dan budaya. Berusaha menumbuhkan budaya baca dan tulis di madrasah dan pesantren.
Thursday, 12 March 2015
Monday, 9 March 2015
Pusing
Pusing terasa
memukul kepala
seperti pecah
tanpa retak
pusing terasa
hinggap di kepala
memeluk tanpa
mau lepas
pusing terasa
melihat lembaran
tagihan hutang
kredit dan cicilan
tanpa tahu kapan lunas?
Mojokerto, 9 Maret 2015
Labels:
hutang,
puisi,
sakit kepala
Sunday, 8 March 2015
PENCULIK ANAK
Monday, 2 March 2015
YHGY
http://www.amazon.com/gp/product/B00B22BCJS/ref=as_li_qf_br_asin_il_tl?ie=UTF8&camp=1789&creative=9325&creativeASIN=B00B22BCJS&linkCode=as2&tag=ardhijournali-20&linkId=22QNFX44EMLGTAPE
MAKNA DIBALIK PERAYAAN HARI VALENTINE
Bulan Pebruari
sebentar lagi tiba menggantikan bulan Januari. Beberapa tempat perbelanjaan,
hotel, dan rumah makan menata ulang dekorasi hiasan untuk “menyambut” bulan yang
dianggap penuh kasih sayang. Hiasannya berupa boneka warna merah muda berbentuk
cinta dan beruang imut. Boneka itu ditata sedemikian rupa ditambah boneka
cupid, berupa anak kecil yang menarik busur panah cinta agar indah dilihat.
Bila mengunjungi
pusat perbelanjaan di bulan Pebruari, Anda akan mendengar lagu bernapaskan
“kasih sayang” dan ungkapan cinta. Karyawan toko memajang cokelat batangan dan
seikat bunga mawar yang diletakkan di meja kasir. Menggoda pengunjung untuk
membeli paket spesial yang diberikan kepada si pujaan hati di tanggal 14
Pebruari. Ya, penganan cokelat dan bunga mawar identik diberikan kepada orang
spesial di hati pada 14 Pebruari.
SEJARAH PERAYAAN HARI VALENTINE
Mengapa remaja yang
dimabuk asmara tidak ingin melewatkan tanggal 14 Pebruari bersama pacar? Mengutip
situs wikpedia, budaya perayaan hari valentine tidak terlepas konon dari
kegigihan St. Valentinus yang nekad menikahkan pasangan di gereja pada 14
Pebruari. Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo
Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka. Padahal penguasa saat itu
melarang pemuda menikah. Akibatnya St. Valentino dihukum mati. Maka dari itu,
orang nasrani Eropa mengabadikan peristiwa tersebut dengan cara memberikan
cokelat, boneka, atau bunga kepada belahan jiwanya pada 14 Pebruari sebagai ekspresi kasih sayang.
Wabah merayakan
hari valentine sudah menyebar ke seluruh dunia melalui teknologi informasi.
Tidak hanya kaum non muslim saja yang merayakan hari yang dianggap kasih
sayang. Remaja muslim banyak juga yang terkena virus merah jambu. Mereka ikut
membeli cokelat, bunga, dan boneka yang diberikan kepada sang pacar.
Tidak hanya itu,
ada beberapa pasangan yang membeli alat kontrasepsi dari karet. Banyak media
massa yang melaporkan permintaan kondom meningkat menjelang hari valentine.
Bahkan ada apotek yang sampai kehabisan stok kondom. Mereka memesan kamar di
hotel untuk “meminta bukti” seberapa besar cintanya kepada pasangan dengan
melakukan hubungan seksual sebelum resmi menikah. Tindakan mereka yang
melakukan hubungan intim sebelum menikah di kamar hotel untuk merayakan hari
valentine, dianggap hal lumrah.
Mereka tidak
takut si pacar hamil karena merasa terlindung alat kontrasepsi “pengaman dari
karet”. Budaya malu tidak perawan dan perjaka mulai terkikis. Media massa
memborbadir tulisan tidak perawan sebelum menikah merupakan pilihan dan hak
wanita. Tidak perlu menunggu malam pertama usai akad nikah untuk melakukan
hubungan seks. Seharusnya wanita boleh melakukan hubungan seks setelah dinikahkan
oleh walinya di hadapan penghulu, keluarga, dan undangan. Agar ada kejelasan
siapa ayah dari bayi yang dikandung ibu hamil tersebut.
HARAM MERAYAKAN HARI VALENTINE
Islam melarang
kaumnya mengikuti budaya kafir seperti ikut merayakan hari valentine. “Barang
siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (Hadist riwayat
Abu Dawud). Maka dari itu Islam melarang kaumnya ikut merayakan valentine.
Pacaran hukumnya haram bila dilakukan sebelum menikah karena setan berusaha
menggoda manusia yang berduaan untuk berbuat zina.
Allah berfirman
dalam surat Al Isra (17:32) “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” Ayat
diatas mengingatkan para muslim menjauhi zina. Mulai zina mata seperti melihat
lawan jenis dengan penuh nafsu dan melihat film biru. Zina tangan seperti
memegang lawan jenis yang bukan muhrimnya. Hingga zina farji yaitu melakukan
hubungan seksual sebelum sah sebagai suami isteri.
Remaja muslim
mulai sekarang katakan haram ikut merayakan hari valentine. Ungkapan kasih
sayang tidak hanya ditujukan untuk pacar, tapi lebih utama diberikan untuk
orang tua, saudara, tetangga, dan teman. Kasih sayang sangat lucu apabila hanya
disampaikan sehari dalam setahun yaitu saat merayakan hari valentine saja.
Seharusnya ungkapan kasih sayang diberikan setiap saat sepanjang tahun tidak
menunggu hari valentine tiba.
Mojokerto, 16 Januari 2015
*Penulis
merupakan guru Muatan Lokal Mata Pelajaran Karya Tulis MA Unggulan Darul Falah
Jerukmacan Mojokerto. Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas
Negeri Surabaya. Email: ardhimawardi@gmail.com, www.facebook.com/kholiedmawardi, twitter.com@kholiedmawardi, www.ardhijournalist.blogspot.com, www.kompasiana.com/kholiedmawardi
Labels:
cinta,
kondom,
Remaja,
Valentine day
Friday, 9 January 2009
Bus Perpustakaan Keliling Jarang Kunjungi Daerah Pesisir
Banyuwangi- Bus "Perpustakaan Keliling" milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, belakangan ini, tidak secara rutin mendatangi daerah pesisir di kabupaten setempat karena sering mogok.
"Kami sudah mengusulkan bus itu diganti dengan armada yang baru, tetapi hingga sekarang belum ada realisasinya," kata Kepala Kantor Perpustakaan Banyuwangi, Indah Prahastuti di Banyuwangi, Jumat.
Tak pelak, masyarakat di pesisir belakangan ini kesulitan untuk membaca buku bermutu karena jarak dari kota (lokasi Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi) relatif jauh, katanya.
Padahal, lanjut dia, minat baca masyarakat setempat pada tahun 2008 mulai tinggi. Terbukti, tingkat kunjungan di Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi, rata-rata 200 orang per hari, atau naik sekitar 30 persen dari jumlah pengunjung pada tahun 2007.
Menurut Indah, para pengunjung berasal dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Mereka pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB berkunjung ke perpustakaan untuk membaca surat kabar. Bahkan, ada di antara mereka yang menyempatkan diri untuk membaca buku tentang tata cara merawat bunga.
Ia menyatakan, Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto ini memiliki sekitar 35.000 koleksi buku, di antaranya buku kesehatan, psikologi, komputer, manajemen, tanaman, dan kerajinan.
Hingga sekarang, kata dia, anggota aktif perpustakaan sekitar 3.000 orang. Mereka aktif meminjam buku-buku yang ada di perpustakaan itu.
Bagi warga yang ingin menjadi anggota perpustakaan, tinggal mengisi formulir dan menyerahkan pasfoto ukuran 3x4 sebanyak dua lembar. "Pembuatan kartu ini tidak dipungut biaya alias gratis," katanya.
Kholied Mawardi
Subscribe to:
Posts (Atom)